Penyebab Penyakit Tifus dan Pencegahannya

Penyakit tifus merupakan salah satu penyakit yang terjadi akibat peradangan yang ada pada usus halus dan penyebabnya adalah bakteri Salmonella thypi. Penyakit tifus merupakan salah satu penyakit yang bisa menular dan juga bisa melalui air serta makanan yang sudah tercemar oleh bakteri  Salmonella thypi. Biasanya bakteri ini terbawa oleh air dan juga makanan yang sudah terkontaminasi.

Biasanya mereka yang menderita sakit tifus ini akan menderita demam pada malam hari, namun demam ini akan hilang pada keesokan harinya. Demam ini akan terjadi secara berulang di hari berikutnya, namun semakin lama suhu tubuh akan menjadi sangat tinggi.

Mereka yang mengalami penyakit tifus biasanya hanya boleh mengonsumsi makanan yang agak lunak, misalnya adalah seperti daging yang sudah dihaluskan, telur, ikan, ayam, tahu, tempe, dan juga sedikit sayur, serta buah yang tekstur dagingnya agak lunak. Makanan yang pedas lebih baik jangan dikonsumsi. Hal yang lebih penting adalah istirahatlah yang cukup dengan posisi tidur telentang sepanjang hari.

Penyebab penyakit tifus dan pencegahannya bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Penyebab dari penyakit tifus adalah karena bakteri Salmonella thypi. Penyakit tifus ini merupakan penyakit yang menular, jadi sebaiknya cegahlah penyakit ini agar jangan terjadi pada Anda dan juga pada anak Anda.

Penyebab penyakit tifus dan pencegahannya dilakukan dengan pemeriksaan ke dokter agar diberikan penanganan yang tepat. Biasanya mereka yang mengalami demam lebih dari lima hari, dan demam yang terjadi naik turun, dokter akan memberikan pengobatan. Pengobatan yang harus dilakukan pun harus sampai tuntas. Ikutilah dengan tepat pengobatan itu sesuai dengan anjuran dokter. Dengan pencegahan dan pengobatan penyakit tifus biasanya demam akan menurun setelah 3 hari pengobatan.

Penyebab penyakit tifus dan pencegahannya dilakukan dengan istirahat tirah-baring, kemudian menghabiskan obat antibiotika yang sudah diresepkan oleh dokter. Cara mengatasi demam adalah dengan obat penurun panas, diet makanan yang lunak dan strukturnya tidak begitu keras, misalnya adalah nasi lembek. Serta hindarilah makanan yang bisa merangsang misalnya adalah asam, banyak serat dan juga cabe.

 

 

Posted in Penyebab Tifus | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Faktor-Faktor Penyakit Tipes

Penyakit tifus disebabkan oleh bakteri Salmonella typhii. Kuman ini dapat hidup lama di air yang kotor, makanan  tercemar, dan alas tidur yang kotor.

Tanda-Tanda Tipes

Gejala demam tipes bervariasi antara individu-individu. Beberapa akan memiliki gejala ringan, sementara yang lain bisa memiliki gejala yang sangat serius, bahkan sampai menyebabkan kematian. Bagi penderita tipes penting untuk di inkubasi agar mengindari penularan kepada orang lain, termasuk menjaga kebersihan diri agar penularan penyakit dari orang ke orang tidak terjadi.

Gejala umum demam tipes meliputi :

- Demam setinggi 39°C sampai 40°C
- Sakit perut
- Sakit kepala
- Lelah
- Hidung berdarah
- Kehilangan nafsu makan
- Penurunan denyut jantung
- Ruam datar, bintik berwarna.

Seseorang yang menderita tifus menunjukkan hasil tes darah :

1. Rendah kadar sodium
2. Rendah kadar albumin
3. Enzim di dalam liver meningkat tajam
4. Terjadi keluhan di sekitar ginjal

Komplikasi yang terjadi

1. Pneumonia
2. Kerusakan sistem saraf bagian tengah
3. Renal insufficiency
4. Pada Usus halus. Jarang terjadi, tapi sering fatal yaitu :

a. Perdarahan Usus. Jika perdarahan banyak maka terjadi melena disertai nyeri perut dan tanda renjatan
b. Perforasi Usus. Timbul biasanya pada minggu ketiga terjadi pada bagian distal ileum.
c. Peritonitis. Biasanya menyertai perforasi tetapi dapat terjadi tanpa perforasi . ditemukan gejala abdomen yang akut yaitu nyeri perut yang sangat hebat, dinding abdomen yang tegang ( defens musculair ) dan nyeri tekan.

Posted in Penyebab Tifus | Tagged , , , , , | Leave a comment

Thypus

Tipes atau thypus adalah penyakit infeksi bakteri pada usus halus dan terkadang pada aliran darah yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi A, B dan C, selain ini dapat juga menyebabkan gastroenteritis (keracunan makanan) dan septikemia(tidak menyerang usus).

Kuman tersebut masuk melalui saluran pencernaan, setelah berkembang biak kemudian menembus dinding usus menuju saluran limfa, masuk ke dalam pembuluh darah dalam waktu 24-72 jam.Kemudian dapat terjadi pembiakan di sistem retikuloendothelial danmenyebar kembali ke pembuluh darah yang kemudian menimbulkanberbagai gejala klinis.

Dalam masyarakat penyakit ini dikenal dengan nama Tipes atauthypus, tetapi dalam dunia kedokteran disebut Typoid fever atau Thypusabdominalis, karena berhubungan dengan usus pada perut.

Diagnosis

Untuk mengetahui penyakit tesebut, tes laboratorium menunjukkan :

1. Terjadinya penurunan sel darah putih
2. Anemia rendah karena pendarahan pada usus
3. Trombosit menurun
4. Menemukan bakteri salmonella typhosa pada kotoran, darah, urin
5. Peningkatan titer Widal

Reaksi Widal merupakan test imunitas yang ditimbulkan oleh kuman Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi, yaitu kuman yang terdapat di minuman dan makanan yang terkontaminasi dengan tinja orang yang sakit.
Dikatakan meningkat bila titernya lebih dari 1/400 atau didapatkan kenaikan titer 2 kali lipat dari titer sebelumnya dalam waktu 1 minggu.
Pada pemeriksaan fisik dapat ditemui bradikardi (denyut melemah) relatif, pembesaran limfa, tegangnya otot perut, dan kembung.
Serta, periksakanlah apakah kandung empedu tidak mengalami peradangan menahun karena bakteri Tipes dapat menempati kandung empedu.

Pencegahan Sakit Tipes

Sekitar 3-5% orang mungkin masih membawa bakteri demam tipes, bahkan jika gejala hilang dengan pengobatan. Orang-orang ini dikenal sebagai pembawa demam tipes. Untuk menghindari segala kemungkinan yang ada, medical check up kepada dokter dan konsultasi merupakan pilihan bijak, mengingat tidak sedikit angka kematian bagi penderita tipes yang terlambat mendapatkan tindakan medis dan juga beberapa komplikasi yang dapat ditimbulkannya. Selain itu, tindakan pencegahan berupa promosi kesehatan juga sangat diperlukan terutama masyarakat awam dan mereka yang masih memiliki tingkat ekonomi rendah untuk memberikan pengetahuan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi lingkungan. Salah satu cara untuk mencegah tipes adalah dengan vaksin tipes. Ada dua jenis vaksin tipes, yang satu digunakan untuk membunuh bakteri tifus, yang satunya lagi berisi strain hidup untuk melemahkan bakteri demam tipes.

Posted in Penyebab Tifus | Tagged , , , , , | Leave a comment

Tanda Tanda Penyakit Tifus

Tifus adalah penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh kuman. Tifus atau disebut juga demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan penyakit ini banyak terdapat di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, karena makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri ini.

Gejala Tifus

Gejala tifus yang timbul pada anak dan orang dewasa biasanya bebeda. Pada anak-anak, gejala tifus yang timbul biasanya lebih ringan. Masa inkubasi tifus antara 10-20 hari, namun jika kuman masuk melalui makanan, masa inkubasi bisa lebih singkat yaitu hanya 4 hari saja.

Pada masa inkubasi ini, gejala tifus yang muncul  belumlah gejala primer. Biasanya gejala tifus yang timbul seperti  tidak enak badan, rasa lesu, nyeri pada kepala, pusing dan terlihat tidak bersemangat.

Setelah masa inkubasi, barulah gejala tifus yang sebenarnya biasanya muncul, antara lain :

- Demam tinggi, biasanya berlangsung cukup lama dan terus-menerus bisa sampai 5-6 hari, bahkan bisa sampai tiga mingguan.

- Selain panas tinggi, juga tercium bau mulut yang tidak sedap, bibir kering dan pecah-pecah.

- Juga ditemukan lidah ditutupi selaput putih.

- Perut sering kembung, dan konstipasi alias tidak buang air besar selama beberapa hari.

- Biasanya juga disertai gangguan kesadaran, bahkan penderita dapat kehilangan kesadaran bila penyakit ini tidak tertangani dengan baik.

Komplikasi

a. Usus Halus

Umumnya jarang terjadi, namun sering fatal, yaitu :

1. Perdarahan usus
2. Perforasi usus
3. Peritonitis

b. Luar Usus Halus

-    Bronkitis, terjadi pada akhir minggu pertama.

-    Bronkopneumonia, kasus yang berat bilamana disertai infeksi sekunder

-    Kolesistitis

-    Tifoid ensefalopati, gejala : kesadaran menurun, kejang-kejang, muntah, demam tinggi

-    Meningitis, gejala : bayi tidak mau menetek, kejang, letargi, sianosis, panas, diare, kelainan neurologis.

-    Miokarditis

-    Karier kronik

Posted in Penyebab Tifus | Tagged , , , , , | Leave a comment